Hanya ingin mengucapkan salam pada keluarga kerajaan Norwegia

Akhirnya aku tiba di stasiun bus dan aku meletakkan koperku dalam sebuah kotak seharga 40 crown. Sialan, hanya tersisa 50 crown! aku pergi ke stasiun kereta api dan ketika keluar, aku melihat sebuah taman yang indah dengan sebuah patung harimau ditengahnya. Aku mengambil beberapa gambar secara umum karena ada beberapa anak-anak yang bermain-main dengan gigi dan buntutnya.
Didepan patung harimau itu terdapat kantor pariwisata, jadi aku ambil semuanya tentang kota ini, mungkin terlalu banyak, tapi tak masalah… budaya itu pastilah sangat berat! Aku mendapat informasi tentang pertunjukan teater, pemandangan yang terbaik, museum, dan apa saja yang ada di Oslo. Aku mengambil nomor dan menunggu giliranku. Wanita yang berada di kantor itu menunjukan dimana kami berada dan cara temudah dan terbaik untuk menikmati monumen dan museum yang paling penting. Beberapa museum sangat menarik, seperti museum Viking dan TIKI tapi akungnya sedikit agak jauh dan aku harus menggunakan kapal untuk ikut mereka. Aku pergi ke jalan utama dan melihat sebuah katedral diluar, kemudian aku melanjutkan ke sebuah tempat yang banyak toko baju dan restoran lokal.
Di seberang jalan, aku menemukan sebuah bangunan berbentuk pentagonal yang ada patung singanya, aku menyusuri taman yang ada ditengahnya seseorang berkepala gundul, yang rupanya mirip photo Robert MABBELTORPE. Aku duduk sebentar untuk mencara majalah gratis yang aku ambil selama di perjalanan, ada beberapa display lokal yang menarik, exhibition, segala jenis acara, tapi tak ada satupun yang menarik. Aku jalan lurus, aku melihat sebuah bangunan yang ada banyak air mancurnya. Aku bertanya pada seorang gadis yang memberi pamplet bahwa itu adalah gedung parlemen dan dia mengangguk. Saat itu sudah jam 1 siang dan aku mendapat sms dari Mats dan menanyakan aku ada dimana dan aku bilang padanya untuk bertemu di depan gedung parlemen.
Aku berjalan sebagai seorang peziarah ke istana dan melihat sekelompok anak kecil yang pergi ke tujuan yang sama. Tiba di ‘Mekkah’ aku menyadari bahwa segerombolan anak-anak tadi yang mengikutiku tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang ada di taman tadi. Rupanya seluruh sekolah orang Norwegia ada disana, akun penasaran kenapa, terutama karena semakin aku mendekat dan menyadari rupanya akan ada peringatan penting. Saat aku tiba di dalam bangunan aku melihat banyak kamera dan photografer. Tidak berapa lama setelah mendengar band yang mendekat dipimpin oleh dua Amazon yang mengendarai kuda dan begitu banyak tentara.
Awalnya aku kira ini pergantian penjaga, tapi untuk memastikan aku berkeliling dan bertanya pada seorang wanita apa yang terjadi, tapi sialnya sia tidak bisa berbicara bahasa Inggris dan dia menjawab dalam bahasa Norwegia. Aku mencoba menjelaskan aku tidak mengerti bahasa Norwegia, jadi dia mencoba menjelaskan dengan gerakan secara perlahan, yang menunjukkan ke parlemen. Aku rasa aku mengerti satu kata walaupun masih membingungkan.
Dari apa yang aku pahami hari ini adalah perayaan hari ulang tahun raja. Dia bingung dengan kata ‘persatuan’, mungkin peringatan ulang tahun pernikahan atau mungkin peringatan pemahkotaan. Hal yang membuatku sadar jika ini adalah negara monarki. Kenapa ini parlemen bukan istana kerajaan? Jawabannya pun akhirnya aku dapatkan ketika Mats menghubungi aku bahwa dia di parlemen tapi tidak melihat aku. Aku mencoba melihat dengan lebih baik, mengatakan padanya bahwa aku selangkah lagi dari patung ksatria, tapi tidak mengerti juga… lalu aku tersadar, bahwa aku bukan di depan gedung parlemen, tapi di depan istana kerajaan! Parlemen terletak lima menit dari istana kerajaan, tepatnya tempat pertama kalinya aku berada di patung singa.
Pada saat itu, aku menikmati pergantian penjaga. Akhirnya aku bertemu Mats dan berkeliling dan bertanya padanya jika dia tau sesuatu. Dia bercerita padaku bahwa sekaang ulang tahun. Aku tau apa maksud ‘persatuan’, mungkin di Norwegia berarti keduanya, atau bahkan sang ratu tau apa yang seharusnya dirayakan!
Saat itu sudah jam dua siang, tapi sebelum makan siang aku melihat beberapa kamera dan photograper siap mengambil gambar, aku minta temanku untuk menunggu sebentar, aku merasa akan ada sesuatu!
Setelah beberapa menit kemudian jendela terbesar istana kerajaan yang berbentuk persegi terbuka, dan disini keluarga kerajaan menengok dan memberi salam terima kasih yang hangat, dengan bangga mengibarkan bendera Norwegia! Seperti sebuah dongeng: raja dan ratu, banyak penonton… sangat luar biasa menyaksikan keluarga kerajaan Norwegia, ini akan menambah daftar pengalaman perjalananku!

 

Translated by Nurul Hidayah