Adik Perempuan Sang Ayah – “Inger” 2

dsc00052Setelah satu jam, Rolf, ayah Fredrick memanggil kami untuk makan malam. Sementara kami makan, Elna dan Rolf menyetel TV untuk menonton pertandingan bola antara SWEDEN-SERBIA Saya mencoba untuk pertama kalinya Elk terkenal, MOOSE! tidak buruk, ada rasa saus lezat dan tampaknya seperti Polpettone ayah saya! Satu hal yang mengejutkan saya adalah air mineral rasa buah pear. Pada awalnya saya merasa manis setelah mencobanya, tapi aku tidak mengerti. Di Skandinavia sangat populer air yang memiliki rasa lemon, strawberry, nanas, tapi saya hanya mencicipi rasa stroberi dan nanas.
Saya teralihkan oleh tontonan pertandingan sepak bola, saya bukan penggemarnya, sejujurnya saya tidak peduli, tapi saya kaget mengetahui ternyata Ibrahimovich, pemain nomor 10 tim Milan seorang Swedia. Saya pikir dia orang Croatia atau Czech.
Selesai menonton pertandingan kita menghampiri para “gadis” di rumah untuk segelas anggur dan berbincang. Rumah Inger kecil, namun memiliki teras yang indah seperti yang ada di film Dawson Creek, itu menarik perhatian saya. Suasananya sangat menyenangkan: ubin merah cerah dengan garis hitam yang menekankan warna bahkan lebih, perapian, dan jam di depan pintu. Aku pernah melihatnya di semua negara-negara Skandinavia, I menyukainya!
Chalet (Sebuah rumah kayu atau pondok dengan atap yang menjorok, biasanya ditemukan di pegunungan Alpen Swiss) tidak terbuat dari kayu, tetapi dari batu bata dengan parket. Inger melayani saya dengan anggur Tuscanian Novello. Kami berbicara tentang chalet, rumah-rumah tetangga, dan harga rendah. Sebenarnya rumah seperti rumah ayah Fredrick menghabiskan biaya senilai setengah dari yang Fredrick habiskan untuk apartemennya. Alasannya adalah bahwa tidak ada apa – apa di sekelilingnya, hanya alam. Selain itu, banyak rumah yang ditinggalkan. Orang-orang lebih memilih untuk pindah ke pusat-pusat perkotaan.
Saya memberitahu Inger beri waktu untuk saya tida atau empat tahun lagi dan saya akan menjadi tetanggaDSC00097_600x600_100KB mereka. Sejujurnya jika saya harus memilih tempat tinggal saya akan memilih kota cosmopolitan : Roma, Paris, New York, tetapi saya tetap membutuhkan tempat untuk menyepi dari semua kegilaan dan hidup stress di kota, tempat untuk menenangkan diri. Saya dapat menggunakannya pada saat liburan Natal. Say dapat membayangkannya : mendesing di salju dengan mobil salju saya, menghias pohon Natal bersama keluarga saya atau pasangan saya di depan perapian di musim dingin, menonton matahari tengah malam di teras depan!
Inger memberitahukan saya bahwa rumah mereka hanya untuk DSC00096musim liburan dan pada saat Paskah cuacanya sangat indah. Paskah lalu salju turun, tapi cerah sepanjang hari dan para gadis menikmati sinar matahari. Terdengar romantic sekali dan mereka sangat manis bersama-sama. Cerita Inger membuat saya ingin tinggal disana. Inger dan Kikki dapat menjadi tetangga saya, Fredrick akan datang pada saat liburan, dan Elna akan membuat kue cinnamon. Umhh! Itu sebuah mimpi! Siapa yang ingin kembali ke Italia? Yang pasti bukan saya!
Saya mulai membayangkan film saya sendiri. Ini mungkin pengaruh dari anggur: Botolnya kosong. Siapa yang tahu? Saya dapat melihat betapa indahnya dapat menghabiskan seminggu disini dengan teman atau minggu yang romantic menonton film di depan perapian, atau mempersiapkan makan malam Natal dengan keluarga dan merayakan malam natal ala Italia dan Swedia! Itu akan sangat indah: satu orang akan dapat merasakan semangat natal! Kami pergi keluar: tidak terlihat seperti lewat tengah malam tapi seperti sore hari. Bahagia…. Kami mengambil photo untuk mengingatkan malam yang tidak terlupakan ini.
Kami merangkul erat dan membuat janji untuk sarapan. Saya kagum dengan orang yang mengagumkan yang saya temui. Sayangnya, awan menjatuhkan gerimis sedikit, matahari masih di belakang kami meskipun kami berjalan kembali ke rumah.

Matahari tengah malam – Pengalaman yang tidak terlupakan lainnya untuk ditambahkan ke dalam petualangan saya!

Translated by Novi Dj