Makan malam ala Italia di Stockholm

italian dinnerBeberapa jalur sebelum tidur : Makan Malam yang menakjubkan.

Markus tiba tepat waktu, seperti di Swiss. Pertemuan dimulai pada pukul 20.30 dan pada pukul 20.28 dia sudah berada disisi pintu. Robin, untungnya lebih “Romawi” tiba pukul 21.00 meskipun berada disisi lain dari gedung. Dengan bahan makanan yang masih hangat saat itu.

Bruschetta yang ku buat, sedikit dengan caraku, biasanya hanya dibuat dengan tomat, aku menambahkan kemangi dan mozzarella segar, dan ketika bersentuhan dengan roti hangat, menjadi sedikit mencair, memberikan perasaan yang bersemangat. Selain itu, tomat merah, keju mozzarella putih dan kemangi hijau tepat untuk tema makan malam. Detail estetika aku akan membuat perbedaan di meja!

Sementara anak-anak mencicipi makanan pembuka, aku melemparkan pasta Penne ke dalam air, sehingga segera setelah mereka selesai makan, aku bisa segera membawanya ke meja. Kendala kecil : Gnocchi!! Aku lupa memasukkannya ke dalam tepung dan menjadi tercampur bersama, dan yang melekat di jariku, terlihat seperti yo-yo. Sementara aku membawa panci untuk memasak gnocchi, anak-anak memandangku penasaran. Fredrick bertanya apakah aku memerlukan bantuan, memandangku dengan ekspresi sedih, karena aku sudah membuat kekacauan di dapur, antara tepung dan adonan lengket gnocchi.DSC01205_600x600_100KB

Setelah mengapung, aku memancing mereka keluar seperti ikan mas di pasar malam. Pada awalnya teman-temanku sedikit ragu, dan jika aku harus jujur, begitu juga aku. Ini adalah pertama kali aku membuatnya, tetapi ketika aku meletakkan makanan di meja, diluar dari sisi estetika, dimana kadang-kadang kamu menemukan 4-5 gram gnocchi yang disatukan atau kadang-kadang potongan mikroskopis, hasilnya lumayan lezat.

Bahan makanan, ketika aku membawanya ke meja saat masih panas. Yang tampaknya seperti arancine (itu seperti nasi bola tetapi lebih besar), memang, tampak seperti bom yang siap unrtuk meledak. Aku hanya memasaknya satu lusin, karena aku tahu bahwa orang swedia tidak sama dengan orang Italia, pada kenyataanya, setelah memakan kue bola, mereka sudah kenyang. Sebenarnya nasi bola itu hampir sebanyak dua puluh dan cukup untuk beberapa orang Italia (empat orang maksudku). Jadi aku menyimpan mereka dalam sebuah wadah dan memasukannya ke dalam lemari es. Fredrick menjelaskan bagaimana cara memasaknya, sehingga dapat dimasak pada hari lain. Mengingat hari yang mengesankan ini, dengan semua kekacauan ini! Dia benar-benar tidak bisa melupakannya.

DSC01207_600x600_100KBIni akan memalukan karena hidangan terakhir adalah tiramisu dan aku tidak ingin mendengar alasan apapun untuk tidak memakannya. Meskipun mereka mengambil saat melihat tiramisu, masih ada tempat di perut mereka. Seperti biasanya. Aku memasak dalam jumlah industri dan aku membuat tiramisu tidak hanya untuk makan malam, tetapi aku harus menyiapkan dua buah untuk aku besok dan Fredrick, dan satu nampan penuh untuk kiki dan inger, karena aku sudah berjanji pada mereka.

Sebenarnya, aku memberitahu padanya bahwa aku akan menyisihkan dua potong, tidak hanya tiramisu, tapi ada beberapa lagi. Bangsa Romawi Kuno mengatakan “MELIUS ABUNDARE QUAM DEFICERE” yang aku artikan “lebih baik berlebihan daripada kekurangan”.

Teori yang sama telah kuterapkan pada tiramisu yang kubuat untuk makan malam, meskipun kami berempat, aku membuat tiramisu untuk delapan orang! Kamu harus selalu memperhitungkan untuk membuat lebih. Pada kenyataannya, aku berpikir dengan baik bahwa pada akhirnya itu hanyalah potongan kecil. Markus, yang selalu berkata sedang diet. Dia tidak berbicara banyak, dan bisa dibilang dia dipanggil lagi untuk semua kursus, kupikir dia menyukainya. Robin malah berekspresi sendiri sambil berMMMMMHHHH yang mirip dengan iklan Sammontana es krim, dia benar-benar membandingkan tiramisu dengan orgasme! Ya Tuhan!

Selama makan malam, anak-anak penasaran dengan apa yang orang Italia pikirkan tentang pemerintahan baru, dan kekuasaan agama yang ada di Roma dan Italia. Kami membahas tentang krisis ekonomi di Italia, dan bagaimana, meskipun swedia menjadi salah satu Negara dengan hutang terendah, menolak memberikan bantuan kepada Norwegia dalam mencari minyak.

Sekarang Norwegia, berterimakasih kepada minyak, menjadi salah satu negara terkaya di Eropa. Adapun Vatikan di Roma, aku berkata padanya, bahwa terlepas dari perjanjian Lateran, masih memiliki kekuatan dalam tingkat nila-nilai moral seperti aborsi, serikat sipil homosexual dan penelitian sel induk. Swedia malah bukannya meneriakkan untuk kekuasaan legislatif yang baik dan agama pada masa Gustav Vaas dan pada kemunculan Anglicanisme. Pada pembicaraan terakhir, Robin menekankan bahwa tidak boleh membicarakan politik, agama, atau uang pada saat makan malam, tetapi tidak sengaja kami bertiga malah membicarakannya! Ooops!

Translated by Kiki Amelia