Jogging di Central Park

DSC01784

Aku bangun dan menunggu untuk jogging di Central Park seperti yang sku lihat di film-fikm amerika. Central park tepat di depanku dan menatikku! Berasa kayak, ‘ayo! Tunggu apa lagi?!’

Aku keluar, hanya untuk minum kopi dan pulang, terus cek emailku. Hari diwaktu aku ketemu ‘Vanity Smurf’ yang sama sekali gak sombong, terkadang dia mengunci dirinya untuk berdoa atau cuma belanja,

DSC01793Aku mengubrak-abrik beberapa even dan iklan-iklan untuk tau even apa saja yang lagi n di minggu ini, tanggal 23 akan ada ‘Gay Pride’ di New York dan kita sebarnya ada di perayaan minggu ‘Pride’. Beberapa flyer ywng aku perhatikan adalah gym dengan privat trainer untuk latihan seminggu gratis! Jadi, aku email ke salah satu dari flyer untuk informasi dan lihat jika ada beebrapa kewempatan untuk gabung. Pagi ini, aku terima konfirmasinya dan letaknya di depan ‘strawbery field’ di sebelah barat central park. Aku kana kesana sorean, aku mau coba centrsl park seperti orang-orang New York! Aku pakai sepatu dan topiku, aku bawa juga botol minum dan menujunke taman. Centralpark merupakan jantung hijau dn di tengah-tengah manhattan. Tepatnya ada di 110th street, dimana sering disebut central park north, selatanyya di 59th street dan di sebelah timur nya di fifth avenue.

DSC01786Di tahun 1844 william cullen bryant punya ide untuk bangun area hijau untuk publik. Sebelum dia menyelesaikan projek itu, dia harus berhadapan dengan pemerintah kota dan harus juga dengan pembangunanya, yang mana agak menolak projeknya, karena kalau terealisasi, mereka akan kekurangan lahan untuk instruksi bangunan, karena areanya sudah untuk area hijau. Tapi, akhirnya Central Park diresmikan tahun 1875, pendesainnya berhasil merancang tempat itu dan membuatnya menjadi nyata, sekarang tempat itu untuk perternakan, wilayah para domba dan tempat untuk menggembala. Kelebihan dari Central Park dari pandangan design dan perancangnya, yaitu jalanannya yang tergabung keseluruhan yang melewati taman dengan lalu lintas otomatis.DSC01819

Aku lihat jejak dimana orang-orang berlarian, terus aku mulai jogging. Beda sih sama di film, biasanya di film kita lihat cowok telanjang dada atau cewek-cewek cntik dengan rambut blonde berponi kuda. Aku lihat disebelahku, seorang wanita- kuat dan atletik- penampilannya kayak pelari maraton, berpandangan tinggi dan terlihat selalu untuk meraih tujuan, rambutnya telah beruban mengenakan topi, kira-kira umurnya, 60 tahunan!

Aku mengatakan pada diri sendiri bahwa aku tidak datang untuk di jemput, tapi untuk bernapas di jantung kota New York, aku melanjutkan perjalananku tanpa destinasi, aku lihat sekeliling dari jembatan, pemandangan-pemandangan lain, membenamkan diriku di jalan setapak, dimana aku bisa menikmati lebih, mencium aroma dedaunan jatuh, bau rerumputan di tengah taman. Aku memutuskan untuk berhenti di depan jembatan, untuk mengatur pernapasanku, merenggangkan tanganku ke atas dan bersandar pada jembatan untuk perenggangan kembali. Aku menangkap aura putih di jembatan yang terhubung dengan sungai kecil, sekarang sungainya hampir kering. Kemudian aku lihat ada bangunan-bangunan kompleks dan teras-teras, dan reproduksi dari kastil jaman pertengahan. Dekat kastil itu aku baca ‘ Belvedere Lake’ – ‘Danau Belvedere’ dimana di pinggir sungainya ada pohon cherry. Aku merasakan gelombang angin yang melalui batang-batang pohon dan mengenai telapak tanganku, sku merasakan ‘udara’ dari cuaca lembab.DSC01801

Aku berhenti di depan jejak batu bata merah dan aku menemui diriku ternyata ada di tangga yang menuntunku ke air mancur Central Park. Aku pikir aku sudah ada di jalan 72th. Air mancur ini masih beroperasi, air mancur itu bagian dari kota jaman dahulu kala. Di tengah air mancur itu ada patung ‘ Angels of the Waters’ – ‘ Malaikat Air’, kembali ke masa abad 19. Sekitar air mancur ada beberaps atlet yang lari naik turun tangga untuk latihan harian dan melakukan perenggangan otot. Kebanyakan turis yang duduk di pinggiran air mancur sembari menikmati matahari, makn es krim dan hot dog.

Aku melakuka perenggangan lagi, dan aku terkagum dan bergetar di sekitar air mancur. 40 menit berlari sudah cukup, karena aku mau melakukan beberapa latihan lagi nanti malam, jadi aku kembali kerumah saja. Berjalan-jalan melewati taman, ga yakin dimana letak jalan 96th. Aku mencari jalan keluar dsn keluar di depan ‘Natural History Museum’ di jslsn 81th. Kebalikannya, aku buat kopi dan makan donat dari stand kecil dijalan, aku menikmati setiap jalanan sampai aku tiba di jalan 96th. Mandi dan siap untuk menjelajah New York!

Translated by Theresia Debby

 

3 Comments Add yours

  1. I genuinely appreciate your work, Great post.

  2. Well. after i read i think you really good to be an indonesian journalism. hahahaha. I’m from indonesia. Very nice to lear more languages. Good job fabio.🙂

    1. Fabio Chiarini scrive:

      Hey Ibnu,
      Well I’m looking forward to understand your culture and your faboulus contry

Lascia un commento

Inserisci i tuoi dati qui sotto o clicca su un'icona per effettuare l'accesso:

Logo WordPress.com

Stai commentando usando il tuo account WordPress.com. Chiudi sessione / Modifica )

Foto Twitter

Stai commentando usando il tuo account Twitter. Chiudi sessione / Modifica )

Foto di Facebook

Stai commentando usando il tuo account Facebook. Chiudi sessione / Modifica )

Google+ photo

Stai commentando usando il tuo account Google+. Chiudi sessione / Modifica )

Connessione a %s...